Mengenal Budaya Nomikai, Kunci Adaptasi Kerja di Negeri Sakura
Bagi kamu yang punya rencana atau sedang bersiap-siap buat kerja di Jepang, ada satu budaya kerja non-formal yang wajib banget kamu tahu. Namanya Nomikai (飲み会). Secara harfiah, Nomikai ini artinya “pesta minum-minum”. Tapi jangan salah, di dunia kerja Jepang, agenda ini bukan cuma tempat untuk hura-hura atau sekadar nongkrong melepas penat, melainkan “perpanjangan” dari jam kerja itu sendiri. Biar kamu gak kagok dan bisa langsung membaur saat sampai di sana, yuk simak panduan seputar budaya Nomikai berikut ini!
Kenapa Sih Nomikai Itu Penting Banget?
Di Jepang, ada istilah seru namanya “Nominication” gabungan dari kata Nomu (minum) dan Communication (komunikasi).
Tahu sendiri kan, budaya kerja di kantor-kantor Jepang itu terkenal kaku, formal, dan penuh sekat hierarki di siang hari. Nah, Nomikai inilah momen dimana tembok pembatas itu runtuh.
- Momen Akrabin Diri: Di sinilah waktu terbaik buat kamu PDKT sosial sama senpai (senior) atau bos kamu.
- Kerjaan Jadi Lebih Lancar: Lucunya, masalah kerjaan yang seharian mentok di kantor, seringkali justru nemu solusinya pas lagi ngobrol santai di meja Nomikai.
Aturan Main (Etika) yang Gak Tertulis
Walaupun suasananya santai di kedai Izakaya (semacam pub khas Jepang), tetep ada aturan main atau etika yang harus kamu perhatiin sebagai junior:
1. Jangan Asal Duduk!

Pas baru sampai di ruangan, jangan langsung asal booking tempat duduk yang paling PW. Di Jepang ada aturan posisi duduk:
- Kursi VIP (Kamiza): Posisi kursi yang paling jauh dari pintu masuk (biasanya paling dalam). Ini jatahnya buat bos atau senior.
- Kursi Junior (Shimoza): Posisi kursi yang paling dekat dengan pintu masuk. Nah, ini lapak buat kamu. Tugas kamu di sini adalah jadi “seksi sibuk” mesen makanan, minuman, dan siap sedia bantuin yang lain.
2. Tahan Diri, Jangan Minum Duluan sebelum Kanpai!

Begitu minuman kamu datang, jangan langsung disedot ya! Tunggu sampai semua orang dapat minumannya. Nanti bos atau senior bakal memimpin buat angkat gelas bersama-sama sambil teriak “Kanpai!” (Tos/Bersulang).
Tips Pro: saat melakukan tos gelas bersama bos, pastikan bibir gelas kamu lebih rendah daripada gelas si bos. Ini cara halus untuk menunjukkan rasa hormat.
3. Jaga Gelas Orang Lain Tetap Terisi

Di Jepang, ngebiarin gelas sendiri atau gelas orang lain kosong itu dinilai kurang peka!.
- Servis Senior: Kalau lihat gelas bos atau senpai sudah tinggal sepertiga, buru-buru tawarin: “Mau tambah lagi?”
- Cara Menuang: Pegang botol minuman pakai dua tangan, ya. Tangan kanan pegang badan botol, tangan kiri menopang bawahnya.
Terus Bagaimana Kalau Tidak Minum Alkohol?
Ini nih pertanyaan yang paling sering ditanyain sama temen-temen dari Indonesia. Boleh gak sih nolak alkohol? Jawabannya: BOLEH BANGET.
Orang Jepang sekarang udah jauh lebih open-minded dan menghargai privasi serta perbedaan budaya/agama. Kuncinya cuma satu: Komunikasi.
- Pesan Minuman Non-Alkohol: Pas Kanpai, kamu gak harus pegang bir kok. Kamu bisa pesen Oolong-cha (teh oolong), jus, cola, atau Ginger Ale.
- Bilang Jujur: Kamu bisa jelasin dengan sopan, misalnya: “Shukyo no riyu de, osake wa nomemasen” (Karena alasan agama, saya tidak bisa minum alkohol). Mereka bakal maklum banget, kok.
- Tetap Ikut Seru-seruan: Yang dinilai dari Nomikai itu bukan seberapa banyak alkohol yang masuk ke tubuhmu, tapi kehadiran dan obrolan kamu. Jadi, meskipun cuma minum teh, tetap ikut tertawa dan ngobrol ya, jangan malah sibuk main HP sendiri.
Mau lebih paham seputar bahasa dan budaya di Jepang?
LPK Lingua Pro Vita menyediakan pelatihan bahasa dan budaya Jepang yang akan membantu kamu meraih karir impianmu di Jepang loh!. Kamu akan belajar di kelas dengan sensei profesional, jangan lewatkan kesempatannya dan hubungi LPK Lingua Pro Vita!
