Bosan Belajar yang Formal? Yuk Intip Kamus Slang Jepang Biar Obrolanmu Makin Akrab!
Pernah gak sih kamu lagi asyik scrolling TikTok atau X, terus tiba-tiba menemukan istilah baru seperti “menyala abangkuh”, “skena”, “FOMO”, sampai kata serapan absurd seperti “rill no fek”? Nah, fenomena “bahasa yang bikin pusing generasi tua” ini ternyata tidak cuma berkembang dikalangan anak muda Indonesia saja. Di Negeri Sakura, anak mudanya juga punya kultur yang sama persis namanya Wakamono Kotoba (若者言葉), yang secara harfiah artinya “bahasa anak muda”.
Kalau di Indonesia hobi banget melintir kata, menyingkat istilah, atau mencampur bahasa Inggris biar terdengar cool, anak muda Jepang pun sama kreatifnya. Mereka suka memotong kosakata formal yang panjang, membalik suku kata, sampai memakai huruf kanji dengan cara yang belum pernah kamu temui di kamus mana pun.
Buat kamu yang selama ini belajar bahasa Jepang lewat jalur formal seperti buku teks Minna no Nihongo atau persiapan ujian JLPT, siap-siap kena culture shock. Begitu kamu tahu obrolan anak muda Jepang, bahasa Jepang formal yang kamu pelajari bertahun-tahun rasanya seperti menguap begitu saja. Daripada mengetik ‘Omoshiroi’, mereka malah pakai kanji yang artinya ‘rumput’. Bingung, kan ?
Biar kamu gak bingung dan tetap bisa relate saat ngobrol bersama teman Jepang atau sekadar paham caption medsos mereka, yuk kita bongkar bareng-bareng fenomena wakamono kotoba ini. Kita intip apa aja sih bahasa slang Jepang yang lagi tren dan gimana cara pakainya.
Kenapa Wakamono Kotoba Bisa Muncul?
Sama persis seperti fungsi kata YTTA (Yang Tahu-tahu Aja), bahasa gaul Jepang lahir karena anak mudanya ingin serba cepat, ekspresif, dan butuh “bahasa rahasia” agar merasa satu lingkaran pertemanan. Biasanya, tren bahasa gaul ini dipicu oleh tiga hal:
- FYP Media Sosial: Tren dari TikTok, X (Twitter), dan Instagram.
- Budaya Otaku & Anime: Istilah dari dunia game, V Tuber, atau manga.
- Singkatan Ekstrem (Ryakugo): Masyarakat Jepang cenderung menyukai efisiensi dalam berbahasa. Oleh karena itu, kata-kata yang terlalu panjang biasanya akan dipotong menjadi tiga atau empat suku kata saja.
Daftar Slang Jepang Terpopuler yang Sering Seliweran
Nah, ini dia beberapa wakamono kotoba yang sering dipakai oleh anak muda Jepang.
1. 草 (Kusa)
- Artinya: Wkwkwk / Hahaha / Ngakak
- Asal-usulnya: Dulu, netizen Jepang kalau ketawa di internet sering menggunakan huruf “w” (singkatan dari warau = tertawa), contohnya: wwww. Karena deretan huruf “w” itu sekilas mirip rumput di lapangan, akhirnya mereka menjadi malas mengetik “w” dan langsung ganti pakai kanji rumput, yaitu 草 (Kusa). Jadi kalau ada yang mengirim kanji ini, artinya mereka lagi tertawa.
- Contoh: Ano douga wa honto ni kusa (Itu video beneran bikin wkwkwk banget).
2. エモい (Emoi)
- Artinya: Estetik, deep, melankolis, atau bikin emosional.
- Asal-usulnya: Dari kata “Emotional”. Dipakai saat kamu sedang melihat pemandangan senja yang sangat indah atau mendengarkan lagu jadul. Mirip seperti istilah “vibes-nya dapet” kalau di Indonesia.
- Contoh: Kono kyoku, nanka emoi ne (Lagu ini rasanya emosional/estetik banget ya).
3. チルい (Chirui) / チる (Chiru)
- Artinya: Santai, rileks, atau lagi nongkrong santai.
- Asal-usulnya: Diambil dari kata bahasa Inggris “Chill”. Oleh anak muda Jepang diubah formatnya agar menjadi kata sifat (chirui) atau kata kerja (chiru).
- Contoh: Kafe de chiru? (Nongki santai di kafe yuk?).
4. スパダリ (Supadari)
- Artinya: Cowok idaman / Suami idaman / Spek dewa.
- Asal-usulnya: Singkatan dari “Super Darling”. Awalnya istilah ini muncul di dunia manga/anime buat cowok yang ganteng, kaya, pintar, baik, dan jago masak. Sekarang, istilah ini dipakai juga untuk memuji cowok di dunia nyata yang tipenya perfect banget.
- Contoh: Oshi ga supadari sugite tsurai. (Karakter favoritku (oshi) terlalu supadari, aku sampai gak kuat (karena saking kerennya)).
5. ガチで (Gachi de)
- Artinya: Seriusan, benar-benar, for real.
- Asal-usulnya: Diambil dari istilah dunia sumo (gachinko yang artinya tanding serius). Sekarang fungsi katanya “Beneran demi apa”.
- Contoh: Gachi de oishii! (Ini mah beneran enak parah!).

Tapi Ingat, Ada Tempat dan Waktunya!
Meskipun seru untuk dipraktekin, kamu tetap harus tahu sikon ya. Jangan sampai karena keasyikan, kamu malah pakai bahasa ‘gaul’ ini ke dosen, bos di tempat kerja, atau orang tua di Jepang.
Warning: Pakai bahasa slang ini ke orang yang lebih tua atau di situasi formal bisa bikin kamu dicap tidak sopan (shitsurei). Jadi, simpan dulu wakamono kotoba-mu buat sesi nongkrong bareng teman sebaya aja, ya.
Dari beberapa slang di atas, menurutmu mana nih yang paling mirip sama kultur bahasa gaul di Indonesia?
Mau Bisa Ngobrol Santai Sampai Paham Slang Jepang?
Belajar bahasa Jepang dari buku teks memang penting buat modal lulus ujian, tapi kalau mau beneran bisa membaur dan akrab sama orang Jepang, kamu juga harus paham cara mereka ngobrol sehari-hari! Di LPK Lingua Pro Vita Madiun, kami gak cuma ngajarin tata bahasa formal buat persiapan kerja, tapi juga bakal ngajak kamu membedah budaya komunikasi riil anak muda Jepang biar kamu gak bingung saat sampai di Jepang.
Biar persiapanmu makin sempurna, program pelatihan intensif reguler kita juga punya sistem pembayaran yang fleksibel! Jadi, jangan sampai kamu melewatkan kesempatan emas ini dan berujung merasa tsunda (mampus deh/tamat) karena keduluan yang lain. Slot kelas terbatas, yuk langsung amankan kursimu sekarang juga! Hubungi admin kami untuk pendaftaran dan info selengkapnya.

